
Di libur Lebaran 1446 H ini, tayang di bioskop-bioskop Indonesia, film animasi anak-anak karya anak bangsa, Jumbo. Sejak ditayangkan, review yang menceritakan seru dan positifnya film ini bertebaran di berbagai media sosial.
Salah satu review media, yang dilansir dari Tempo.co, menyampaikan bahwa film animasi garapan sutradara dan animator Ryan Adriandhy, menghadirkan pengalaman masa kecil, ketika dongeng-dongeng mengalir lembut dari mulut ibu atau nenek, hangat, menyentuh, dan membangkitkan nostalgia. Film ini membuktikan bahwa animasi Indonesia mampu mencapai level yang layak bersanding dengan animasi-animasi berstandar internasional.
Tim kreatif dan animator Jumbo sendiri membutuhkan waktu lima tahun untuk merampungkan film ini. Hasilnya tak mengecewakan, dari segi animasi, Jumbo hadir dengan detail yang kaya. Warna-warna pastel dan palet cerah membangun atmosfer hangat yang mengingatkan pada dongeng sebelum tidur, nostalgia masa kanak-kanak dulu.
Film animasi Jumbo ini memadukan visual detail berkelas global dengan narasi tentang persahabatan, kehilangan, dan keberanian memaafkan, yang diperkuat dengan karakter tokoh utamanya, Don, yang diceritakan memiliki buku dongeng peninggalan orang tuanya.
Tidak ketinggalan, review yang muncul dari mulut-mulut kecil murid Toddler-KB-TK Islam Al Azhar 27 Cibinong, yang bahkan ada dari mereka yang sudah menonton lebih dari satu kali. Dengan gaya literasi yang mereka sampaikan, film ini ternyata mampu menggugah semangat dan motivasi mereka untuk mempersiapkan sebuah event besar yang akan digelar di akhir tahun ajaran, bulan Mei 2025 nanti tepatnya.
Ketertarikan murid Toddler-KB-TK Islam Al Azhar 27 Cibinong dalam film Jumbo dipresentasikan melalui bahasa dan ekspresi dalam proses rekaman yang sedang digarap di sekolah. Suara tokoh-tokoh yang diperankan dalam kisah cerita yang sedang dipersiapkan itu sangat natural dan ekspresif.
Hadirnya Jumbo dengan berlatar nuansa lokal yang autentik, seperti proyek jalanan, perumahan padat pendudu, dan bahkan gerobak dorong terasa seperti buku cerita bagi penontonnya, bahkan anak-anak akan merasa familiar dengan lingkungan yang dihadirkan dalam film tersebut, termasuk yang dirasakan oleh murid Toddler-KB-TK Islam Al Azhar 27 Cibinong yang telah menontonnya.
Jumbo hadir memberikan inpsirasi dan nostalgia bagi banyak penontonya, dan hadirnya di tengah proses rekaman persiapan pentas Akhirussanah Toddler-KB-TK Islam Al Azhar 27 Cibinong mewarnai dan menyemangati murid-murid yang memerankan tokoh yang dimainkannya dengan suara-suaranya yang khas dan penuh ekpresi.




