
Ngiung, ngiung, ngiung, suara sirine mobil pemadam kebakaran memecah keramaian jalan raya.
Kebakaran!
Kebakaran!
Bapak pemadam ayo padamkan apinya!

Arahkan selang airnya ke gedung itu! terdengar beberapa suara mengarahkan petugas pemadam kebakaran untuk segera memadamkan api di area kebakaran.
Wah serunya, kok kebakaran malah seru? oh iya, ternyata ini adalah sebagian kegiatan fieldtrip murid TK Islam Al Azhar 27 Cibinong yang bertema profesi.
Murid Toddler (TD), Kelompok Bermain (KB), dan Kelompok A maupun Kelompok B terlihat tak sabar menanti keberangkatan bis menuju lokasi fieldtrip masing-masing. Fieldtrip ini merupakan kegiatan penunjang pembelajaran yang diselenggarakan di luar sekolah. Tema kegiatan pada term 3 yang mengangkat tentang pengenalan berbagai macam profesi atau pekerjaan ini termasuk tema yang cukup menarik.
Mengenal beragam profesi bagi anak-anak usia 2-6 tahun termasuk salah satu bagian dari program yang bertujuan untuk membangun kualitas karakter, literasi dasar, dan kompetensi 4K (kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, dan kreatif) yang sesuai dengan tuntutan keterampilan abad 21. Hal ini diharapkan dapat menginspirasi anak-anak dan memberikan banyak pilihan impian dan cita-cita di masa yang akan datang dengan melihat orang yang jadi panutan atau role model, bisa tokoh yang nyata (Aku ingin jadi kayak Ayah) atau pun bisa tokoh imajinatif (Aku ingin jadi princess). Cita-cita anak bisa berubah sesuai dengan perkembangan usia dan semakin banyaknya profesi yang diketahuinya. Beragam profesi ini salah satunya diperkenalkan melalui kegiatan fieldtrip. TK Islam Al Azhar 27 Cibinong melaksaakan fieldtrip selama tiga hari di tempat yang berbeda dan disesuaikan dengan jenjang dan usia masing-masing kelompok.
Pada hari pertama kegiatan fieldtrip dilaksanakan untuk murid Toddler (TD) dan Kelompok Bermain (KB). Tujuan lokasi fieldtrip dipilih dengan mempertimbangkan jarak, jumlah murid, karakternya serta usia mereka. KidZoona menjadi pilihan yang paling sesuai untuk murid TD dan KB untuk pengenalan tema ini. Selain lokasi yang tidak terlalu jauh dari sekolah, area dan ragam profesi yang bisa dikenalkan dan diperankan anak-anak juga cukup beragam, apalagi kombinasi arena bermain yang cukup bervariasi sehingga anak-anak lebih ingin berlama-lama berkegiatan disana.

Pada hari kedua, Kelompok A yang melaksanakan kegiatan fieldtrip, tentunya di tempat yang berbeda. Variasi profesi dan kegiatannya yang lebih banyak dibandingkan TD dan KB menjadi salah satu pertimbangan kami, untuk itu kami memilih Hooray sebagai tujuan fieldtrip Kelompok A. Berbagai profesi yang disediakan di arena sangat menarik perhatian, ada yang memilih menjadi dokter, perawat, penjual mini market, kasir, koki, pembuat roti, pelayan restoran, pemadam kebakaran, dan lainnya. Setelah anak-anak puas berperan dengan berbagai profesi mereka pun dapat menikmati permainan kreatif dan interaktif yang disediakan. Masya Allah, stimulus yang luar biasa yang mereka dapatkan melalui kegiatan fieldtrip ini, Insya Allah pengetahuan dan pengalaman mereka semakin kaya tentang berbagai macam profesi dan pekerjaan.

Pada hari ketiga, kegiatan fieldtrip khusus dilaksanakan untuk murid kelompok B. Tempat yang kami pilih adalah Kidzania Jakarta, sebuah theme park atau kota-nya anak-anak yang banyak mengandung unsur pendidikan dan hiburan (edutainment). Di Kidzania anak-anak berkeliling mencoba setiap pojok kegiatan sesuai tema. Ada yang menjadi pembalap, programmer, tim medis, pemadam kebakaran, wartawan, penyiar radio, koki, polisi, dan masih banyak lagi. Anak-anak sangat antusias menjalankan setiap peran profesi yang didapatnya. Keceriaan dan kegembiraan anak-anak semakin lengkap saat tim Kidzania berpawai dengan berbagai macam kostum dan menghibur pengunjung di sepanjang jalan raya kota.

Melalui kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di luar sekolah, salah satunya kegiatan fieldtrip ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan dan merasakan pengalaman langsung, namun juga mereka merdeka memilih peran profesi yang mereka sukai dan minati, guru berperan untuk menstimulasi, mengarahkan dan mendampingi.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pengalaman yang holistik dan integratif yang dapat merangsang potensi mereka saat melalui masa transisi dari taman kanak-kanak ke jenjang pendidikan berikutnya sesuai masa perkembangannya. Inilah salah satu stimulasi fisik motorik yang diterapkan untuk murid TD-KB-TK Islam Al Azhar 27 Cibinong yang mengacu pada Kurikulum Merdeka, yang menyatakan bahwa dalam konteks pendidikan anak usia dini, Merdeka Belajar itu adalah Merdeka Bermain, karena bermain adalah belajar. Seperti semangat dan antusiasnya saat satu anak dengan lantang menyampaikan bahwa ia ingin menjadi pemadam kebakaran, semangat dan merdeka untuk meraih cita-cita yang dia impikan.

