Manasik Haji adalah serangkaian proses ibadah yang dilakukan oleh umat Muslim setiap tahunnya. Namun, pengertian tentang manasik haji tidaklah terbatas pada usia. Pendidikan tentang haji dan pemahaman tentang ibadah ini juga dapat disampaikan kepada anak-anak sejak usia dini melalui peragaan manasik haji di Taman Kanak-Kanak (TK).

Pentingnya mengenalkan manasik haji kepada anak-anak sejak dini adalah agar mereka dapat memahami arti dan makna dari setiap ritual yang dilakukan oleh jamaah haji. Dengan cara ini, mereka dapat mulai memahami esensi ibadah haji sebelum mereka mencapai usia di mana mereka akan melakukan perjalanan haji sendiri.

Pada hari Sabtu, 4 November 2023, alhamdulillah YPI Al Azhar menyelenggarakan peragaan manasik haji untuk lebih dari 1000 murid TK Islam Al Azhar se Jabodetabek plus. TK Islam Al Azhar 27 Cibinong mengikuti kegiatan ini dengan sangat antusias dan semangat. Tidak lupa memakai kain ihram untuk anak laki-laki dan busana muslimah untuk anak perempuan. Setiap rangkaian diikuti dengan tertib dan khidmat. TK Islam Al Azhar 27 Cibinong mengirim 2 kloter yang terdiri dari kloter 15 dan kloter 16 dimana masing-masing kloter berjumlah 22 anak dan 24 anak.

Keberangkatan dimulai pada pukul 06.00 WIB dari TK Islam Al Azhar 27 Cibinong menggunakan bus. Alhamdulillah, tiba di lokasi manasik haji sesuai jadwal tanpa hambatan. Sesampainya di lokasi, anak-anak terlebih dahulu membuat barisan untuk mengikuti pembukaan acara yang dihadiri oleh para pengurus YPI Al Azhar.

Setelah acara pembukaan, anak-anak berbaris sesuai urutan kloter untuk bersiap melaksanakan prosesi manasik haji. dimulai dari proses yang pertama, yaitu sholat 2 rakaat yang dilaksanakan di tenda masing-masing sekolah. Lalu, dilanjutkan pada proses melewati terowongan mina sambil mempersiapkan batu kecil untuk melempar jumrah. Proses selanjutnya adalah melempar jumrah, dimana melempar batu kecil pada tiga tiang yang bernama ‘Ula, Wustha dan Aqabah. Pada masing-masing tiang, anak-anak melempar sebanyak 7 batu kecil. Setelah melempar jumrah, anak-anak mulai berbaris kembali untuk melaksanakan thawaf atau berkeliling Ka’bah sebanyak 7 kali sambil membaca doa keselamatan dunia dan akhirat.

Prosesi manasik haji dilanjutkan dengan shalat di Maqam Ibrahim sebanyak 2 rakaat yang di imami oleh pemandu rombongan. Setelah itu, anak-anak dipersilakan untuk minum air zam-zam yang sudah disiapkan dan tidak lupa membaca doa dan menerapkan adab minum. Kegiatan selanjutnya adalah sa’i  atau berlari kecil dari Shafa dan Marwah. Prosesi ini mengingatkan kita tentang kisah Siti Hajar dan Nabi Ismail ketika beliau sedang mencari sumber mata air di tengah padang pasir. Terakhir, anak-anak melaksanakan tahalul atau mencukur rambut sebagai tanda diakhiri nya kegiatan manasik haji.

 

Walaupun cuaca sedang terik, namun anak-anak tetap mengikuti rangkaian manasik haji ini hingga selesai. Hal ini dapat melatih fisik anak-anak dan kesabarannya sesuai dengan keadaan sesungguhnya ketika menunaikan ibadah haji di Mekkah.

Postingan Terkait